Berburu Belanjaan di Pasar Tradisional Bali

Oleh-oleh emang jadi salah satu hal yang enggak bakal luput dari pikiran ketika kalian bepergian ke suatu tempat. Namun, gimana jadinya kalau kalian sendiri baru pertama kali ke tempat itu? Kalian pasti bakalan buta arah 'kan? Dan pasti bakalan bingung ke mana harus mencari oleh-oleh buat temen yang tiba-tiba ngaku jadi saudara dekat. Hahaha

Sebagai titik awal jika kalian berlibur ke Bali dan kebetulan menginap di Citadines Kuta, ada beberapa pasar tradisional yang bisa kalian kunjungi. Hotel bintang 4  yang berlokasi di Jalan Pantai Kuta, Legian, Kuta, Bali 05103 ini, sangat dekat dengan pantai Kuta, guys! Kalian enggak perlu risau, soalnya hotel ini punya segudang fasilitas fasilitas kekinian seperti rooftop yang bisa kalian nikmati untuk melihat sunset. Hotel tersebut, bisa kalian pesan di Traveloka.com!

pexels.com

Jika kalian ngerasa gak ada hal yang bisa dilakukan, kalian bisa kok sekedar cuci mata sore disekitar Mall Beachwalk. Tapi, kalau kalian pengin beli oleh-oleh dengan harga yang lebih mesra di kantong, gue punya referensi pasar tradisional yang mungkin bisa memuaskan keinginan belanja kalian.


  • Pasar Seni Kuta

    Yang pertama dan yang paling utama, kalian bisa nanya ke penduduk sekitar, dimana jalan menuju ke salah satu pintu masuk Pasar Seni Kuta yang bisa diakses lewat Pantai Kuta. Banyak sekali pilihan Cinderamata yang ditawarkan, mulai dari baju, sarung, celana pendek bahkan sampai Bed Cover juga ada di sini. Enggak heran soalnya di Pasar Seni Kuta yang buka dari jam 7 pagi hingga pukul 8 malam ini terdiri dari banyak kios yang saling berhadapan di sepanjang jalan.

pexels.com

  • Pasar Seni Sukawati

Pasar yang letaknya di desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, kurang lebih 18 kilo meter dari ibukota Denpasar Bali, lumayan jauh memang dari pusat Kota. Tapi kalian bakalan dimanjakan dengan harga yang super murah dengan kualitas yang berkelas.
Saran gue sih, kalian bisa beli barang dengan harga murah kalau datang ke Pasar ini di Jam 8-10 pagi WITA, soalnya di jam-jam tersebut para pedagang baru aja selesai sembahyang dan mereka percaya pembeli pertama akan membawa rezeki yang banyak. Mantap enggak, tuh?

  • Pasar Seni Guwang

Jangan keburu balik dari wisata belanja di Desa Sukawati, soalnya enggak jauh dari pasar seni Sukawati masih ada pasar Seni Guwang, guys. Ya, meski pasar ini tergoolong baru, tapi kalian jangan khawatir karena pasar ini juga memberikan banyak pilihan pernak pernik yang cocok buat oleh-oleh. Bahkan kalian juga bisa beli lukisan hasil karya seniman lokal. Dengan lahan cukup luas, dijamin deh kalian pasti betah buat sekedar berkeliling di Pasar ini.

  • Pasar Seni Ubud

Pasar seni ini sempat terbakar sekitar 24 maret 2016 lalu, merupakan pasar dengan lokasi yang strategis banget, ditambah lagi lingkungan sekitar pasar ini juga dijadikan sebagai cagar budaya.
Nah, selain bisa berbelanja berburu oleh-oleh, kalian juga bisa menikmati asrinya suasana alami pedesaan Bali sekaligus bisa merasakan sensasi seperti Julia Roberts di salah satu filmnya Eat, Pray, Love, yang mengambil salah satu adegan di pasar ini. Jadi bagaimana, patut dicoba, 'kan?

pexels.com

  • Pasar Kumbasari

Pasar Kumbasari bisa jadi pilihan tepat jika kalian pengin beli oleh-oleh dalam jumlah grosir yang bisa kalian jual lagi nantinya. Letaknya di Jalan Gajah Mada, Pemecutan, Denpasar Barat, dekat dengan pasar Badung.
Pada awalnya pasar ini merupakan pasar yang menjual kebutuhan pokok masyarakat sekitar. Tapi, dalam perkembangannya pasar ini juga menyediakan berbagai pernak-pernik khas Bali seperti patung, ukiran dan juga mebel khas Bali. Kalian juga bisa mendapat harga yang murah kalau kalian jago menawar.

  • Pasar Badung

Pasar ini menjual sesajen yang digunakan masayarakat Bali buat sembahyang. Pasar yang berada di Jalan Sulawesi ini juga menyediakan beragam oleh-oleh seperti yang ada di pasar lainnya, misalnya kaos dengan motif barong, Kopi Balidan masih banyak lagi.
Nah selain itu kalian juga bisa membeli berbagai cinderamata yang bisa kalian gunakan sebagai penghias rumah. di pasar ini pun kalian bisa mencicipi wisata kuliner khas Bali.
Hal yang perlu kalian perhatikan sebelum membeli oleh-oleh tentunya kalian harus menyiapkan budget khusus untuk hal ini. Kalian bisa menekan budget dengan cara membeli barang secara lusinan atau kodian soalnya dengan membeli barang dengan jumlah yang besar, biasanya para pedagang akan memberi harga yang cukup murah dibandingkan dengan membeli satuan.
Jadi, sudah siap berburu barang belanjaan saat berlibur ke Bali? Yuk, bareng!

Gue Menghilang Atau Males? Ini Alasannya

Hallo...

*kemudian hening*

Iya, beberapa bulan ini gue menghilang ke dunia nyata sebentar. Tapi kalau dihitung-hitung lumayan juga gue gak nulis di sini. Terakhir november 2014. Buset, lama banget. Kalau ibarat batu di pinggir kali, blog ini udah lumutan guys!

Iya, ngerasa berdosa banget gue nggak nulis di sini lagi. Kayaknya dari kemarin udah janji sama diri sendiri buat nulis lagi, tapi entah setan mana yang gangguin niat gue. Tapi kok, ya, gue masih perpanjang domain amnuhu.com di tahun 2015 dan 2016 kemarin. Berarti emang rasanya udah melekat, kalau domain ini kudu dipertahankan.

Juga dengan tulisan,

HAHAHAHA!

Malu banget misal ada temen-temen yang dateng ke blog ini dari sosial media gue. Eh, isinya kok lawas banget, nggak ada tulisan yang baru. Pffft.

Rasanya kaku banget mau nulis lagi. Kayak semacam kehilangan gaya penulisan. Tsah~

Tapi kalau gak mulai nulis lagi dari sekarang, mau kapan lagi? Ya, kan?

Oiya, gue masu ngasih kabar dikit nih. Hari ini gue udah terbebas dari urusan perkuliahan. Gue udah lulus, guys! Jadi tinggal nunggu hari wisuda aja nih. Kasih selamat dong. :p

amnuhu sarjana akuntansi


Kedepannya, gue janji bakal nulis di sini lagi. Dengan segala tulisan absurd gue lagi. Insya Alloh ya. Hehe

Dah, segitu dulu yak. Sampai ketemu di tulisan absurd gue besok!

Hiburan Malam di Jogja : Sekaten

Bagi kalian yang merasa kurang piknik, dan kebetulan sedang ada di Jogjakarta, kini ada kabar gembira untuk kalian semua. Ada hiburan malam yang seru di Kota Jogja, tepatnya di alun-alun utara Jogjakarta.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya malam sabtu 22 November 2014, naik motor gue ngebut nyari parkiran yang aman dan nyaman, di daerah sekitar alun - alun utara kota Jogjakarta. Tapi sayang, ada dua teman gue yang terpisah dari rombongan gara - gara dia milih parkir yang agak jauh dari alun - alun utara Kota Jogja.

Sampai di parkiran yang sangat dekat dengan sekaten, akhirnya.... ketemu hiburan!

Sekaten di Kota Jogja

Apa Sih Arti Sekaten?

Menurut Wikipedia, Sekaten atau upacara Sekaten merupakan sebuah kata yang berasal dari kata Syahadatain atau dua kalimat syahadat. Sekaten adalah sebuah acara peringatan ulang tahun Nabi Muhammad S.A.W. yang diadakan setiap tanggal 5 di bulan Jawa, yaitu Mulud (Rabiul awal tahun Hijrah), di alun-alun utara di Yogyakarta dan juga Surakarta. Upacara ini dulunya dipakai oleh Sultan Hamengkubuwana I, pendiri keraton Yogyakarta untuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam.

Mulai dari awal pembukaan sekaten di kota Jogjakarta, hiburan malam yang murah meriah ini diawali dengan dengan iring - iringan abdi dalem bersama - sama dengan dua set gamelan Jawa : Kyai Nogowilogo dan Kyai Gunturmadu. Iring - iringan ini berjalan mulai dari pendopo Ponconiti menuju  ke arah masjid Agung di kompleks alun - alun utara dengan dikawal oleh prajurit Kraton. Kyai Nogowilogo akan menempati sisi utara dari masjid Agung, sementara Kyai Gunturmadu sendiri akan berada di Pagongan yang berada di sebelah selatan masjid Agung. Kedua set gamelan ini akan dimainkan secara bersamaan sampai dengan tanggal 11, bulan Mulud selama 7 hari berturut-turut. Pada malam hari terakhir, kedua gamelan ini akan dibawa pulang ke dalam Kraton.

Sayang sekali, jadwal kuliah memaksa gue untuk bertapa bersama baginda dosen tercinta di kelas dan melewatkan pembukaan sekaten tahun ini.

Hiburan yang Ada di Sekaten Jogjakarta

Banyak yang bilang kalau zaman sekarang adalah zamannya orang bilan "kurang piknik!", sok sibuk di kampus atau kantor demi masa depan sampai lupa kalau otak juga butuh liburan juga hiburan. Jangan khawatir, di Jogja surganya hiburan!

1. Wahana Bermain

Gue masih inget saat pertama kali main ke sekaten beberapa tahun silam, kurang lebih saat gue berumur 12 tahun. Seisi alun - alun utara Kota Jogjakarta adalah manusia yang butuh hiburan dan manusia yang menyediakan hiburan. Ibarat pasar, ada penjual dan pembeli. Ibarat ada jomblo, ada ngenes di sebelahnya.

Tahun ini nggak jauh berbeda, ya walaupun memang aslinya beda jauh, sih.

Di sekaten Kota Jogja terdapat wahana bermain andalan para penikmat adrenaline, yaitu kora - kora. Pasti kalian tahu apa itu wahana bermain kora - kora, kan? Iyap, di sana kita bakal dilempar maju dan mundur. Bukan hanya sekali, tapi bisa sampai puluhan kali.

Sekaten di Kota Jogja

Ada korbannya, lho. Minimal cewek - cewek yang sok berani, kemudian di bawah dia muntah - muntah. Legaaaa~

Nggak hanya itu, lho. Ada juga wahana bermain ombak banyu atau kalau dalam bahasa indonesia adalah ombak air. Wahana bermain yang ada di sekaten Kota Jogjakarta ini berupa sebuah tempat duduk yang melingkar seperti piring terbang besar berdiameter kurang lebih 4 meter, dangan penyangga di tengahnya. Kemudia kita diputar - putar oleh operator wahana bermain ini. Perlu kalian tahu, operatornya nggak cuma satu atau dua orang, saat gue hitung ternyata ada belasan orang. Yah, sebanding dengan hasilnya, kalian bakal pusing. Uhm... ada juga yang lemes, gara - gara capek sok tegar menahan pusing.

Selain itu juga ada komedi putar buat anak - anak dengan karakter yang bermacam - macam. Seperti kuda, gajah, helikopter atau gajah naik helikopter juga ada.


Ada juga tempat mancing yang oke banget, siap untuk memuaskan para pecinta mancing di Indonesia!

Sekaten di Kota Jogja

Ada juga bianglala, yang nggak kalah menarik dari sekian banyak wahana bermain. Di sekaten tahun ini ada beberapa wahana bermain bianglala yang bisa kalian nikmati. Saat kalian naik dan berada di atas, kalian akan melihat sebagian Kota Jogjakarta dari ketinggian sekitar 10 meter. Nggak terlalu tinggi, memang. Tapi keren!

Ada juga bombom car. Kalian bisa naik mobil kecil ini, dengan harga yang lumayan murah. Bisa seru - seruan bareng teman dengan cara saling tabrakin mobil kalian. Kalau mau, tabrakin ke mantan kalian juga boleh.

Sekaten di Kota Jogja

2. Jajanan Khas dan Makanan

Buat teman - teman yang suka jajan atau makan, jangan khawatir. Di sekaten kota Jogjakarta setiap tahunnya pasti ramai dengan para penjual makanan, termasuk tahun ini. Mulai dari makanan ringan di perut kayak gorengan, donat atau juga kue - kue ringan lainnya. Semuanya lengkap tersaji. Tapi sayang, sebagai mahasiswa, gue merasa gagal karena nggak nemu warteg atau nasi padang di sana.

3. Penjual Mainan

Sekaten di Jogjakarta nggak jauh beda dengan pasar malam yang ada di dekat rumah kalian. Pasti ada juga penjual mainan yang memanjakan mata dan hasrat anak - anak yang datang. Mulai dari boneka lucu, mobil - mobilan keren, robot - robotan. Atau boneka lucu yang naik mobil - mobilan sambil melindas robot juga ada.

Tapi di antara banyak penjual mainan modern di sekaten, ada satu bapak tua namun belum renta yang berjualan mainan tradisional. Dengan lincah beliau mencoba mempraktekan cara kerja dari mainan yang dijualnya. Mirip peluit, tapi diemut kedalam mulut. Gue sendiri heran, kok bisa, ya?

Mungkin dari video ini kalian bisa mengerti :




4. Wahana Misteri

Sekaten di Kota Jogja

Salah satu hal yang menarik dari sekaten adalah wahana rumah hantu. Menurut gue ini bukan sebuah wahan bermain. Namanya bermain, pasti akhirnya bikin kita seneng, tapi rumah hantu cuma bikin kesel. Penasaran sih, tapi hantunya masih menakutkan daripada aku kehilangan kamu.

5. Awul - awul

Pertama kali baca ini, gue persilakan untuk tertawa sejenak.

HAHAHAHAHA.

Pasti dari sekian banyak pembaca, akan muncul pertanyaan "Apa sih, awul awul? Ha?". Di sekaten kota Jogjakarta, ada beberapa spot yang disediakan untuk pecinta pakaian bekas import. Jadi, awul awul merupakan sebuah kata yang memiliki arti obrak - abrik atau berantakan. Kayak obralan di dept. store gitu, deh.

Sekaten di Kota Jogja
http://www.kotajogja.com/images/upload/kotajogja-Baju-awul-awul13062012094645.jpg

Pakaian bekas import yang dijual di sekaten digelar begitu saja, tidak beraturan di atas sebuah tempat pakaian yang berukuran besar. Ada juga yang digantung, sih. Dari semua pakaian itu, dipisahkan berdasarkan jenis, harga dan kualitas barangnya. Jadi harganya mulai dari murah banget, sampai mahal aja.

Kalau masih penasaran, cari "awul awul sekaten jogja", dan kalian akan tercerahkan. :D

Baiklah, gue pikir segitu dulu, ya teman. Semoga kalian bisa tergambarkan gimana serunya hiburan malam di jogja tahun ini yang sering orang sebut dengan sekaten.

Dan ini beberapa moment yang bisa gue bagi buat teman - teman.

Mahasiswa Absurd

Sekaten di Kota Jogja

Sekaten di Kota Jogja

Sekaten di Kota Jogja

Kalau kalian mengaku kurang piknik, mari cari hiburan yang murah dan mudah. Nggak harus mahal, kalau ternyata dompet kurang tebal. Sederhana tapi mengena, atau ribet tapi bikin pikiran makin seret? Yuk, lah! :D

Sekian Hiburan Malam di Jogja : Sekaten dari gue.

Perhatikan Hal Ini Sebelum Bepergian

Gue baru saja dilantik sebagai Raja jalanan, jalur Magelang - Jogja. Bisa gue pastikan, bahwa nggak ada yang bisa gantiin posisi gue sebagai Raja... kecuali Tuhan. Gimana enggak, hampir setiap hari naik motor dari rumah menuju kampus yang jaraknya 35 kilometer dan totalnya lebih kurang 70 kilometer untuk pergi dan pulang.

Jadi raja tuh banyak enaknya. Salah satu contohnya saat di persimpangan jalan, tanpa komando, semua tiang traffic light nunduk saat ngeliat gue mau lewat. Mereka memang sangat sopan.

Sebagai Raja, gue tentu sangat mengerti keadaan jalanan dari Kota tempat gue tinggal, yaitu Magelang sampai di Kota tempat gue kuliah, sebut saja Kota Istimewa, Jogjakarta. Mulai dari titik kemacetan, tanggal dan jam kebiasaan polisi mengadakan razia sampai gue paham berapa detik lampau hijau atau merah akan menyala. Memang super.

Hal hal sebelum Bepergian


Gue sebagai Raja Jalanan, selalu mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan di seluruh Indonesia, untuk terus menjaga keselamatan diri dan keselamatan orang lain. Patuhi rambu lalu lintas, sopan kepada pengendara lain di jalan dan tentu hormati bapak polisi kalau memang kamu kena tilang.

Sebelum bepergian, cobalah untuk perhatikan beberapa hal di bawah ini. Setidaknya kalian akan mengerti, bahwa keselamatan sangatlah penting untuk kita semua.

1. Tetapkan Tujuan
Bagi kalian yang ingin bepergian, tetapkan dulu tujuan kalian dalam bepergian. Cobalah untuk pastikan satu tujuan kalian dengan terperinci. Misalkan saja Cuci mata; itu bukan sebuah tujuan. Maka sebaiknya tulis di kertas, rincilah tujuan cuci mata kalian itu seperti apa.

Misalnya, kalian pengin cuci mata di taman kota. Rencananya mau duduk di samping orang pacaran. Tujuannya pengin merusak hubungan keduanya dengan mengaku adalah sebagai pacar salah satu dari mereka.

2. Pamitan
Sebagai anggota keluarga yang budiman, pastikanlah kalian mengantongi izin dari anggota keluarga yang lain; misalnya Orangtua. Temui mereka, mintalah izin untuk bepergian. Jika tidak berpamitan, itu namanya kalian udah minggat pergi tanpa pamit.

3. Perhatikan Roda Kendaraan
Coba perhatikan dengan seksama kendaraan yang kalian gunakan untuk bepergian. Kalau benda itu memiliki satu roda atau dua roda, tapi tidak bermotor, itu disebut sepeda. Kalau dua roda dengan motor di sana, itu namannya sepeda motor. Kalau rodanya ada tiga, itu namanya becak. Kalau roda tiga ada motornya, itu becak motor. Kalau rodanya empat, itu namanya mobil. Kalau rodanya lebih dari selusin, itu berarti kendaraan untuk jualan roda.

4. Perhatikan Jalan
Saat mengendari kendaraan, pastikan mata fokus untuk memperhatikan jalan yang membawa kalian menuju tujuan dalam bepergian. Berkendaralah di jalan yang benar, sesuai dengan aturan. Ambil lajur yang memang itu hak kalian. Jangan asal nikung kanan atau nikung kiri. Karena sesungguhnya ditusuk dari belakang jauh lebih sakit.

5. Perhatikan Traffic Light
Saat gue bepergian, pasti akan mudah melewati sebuah persimpangan. Ya maklum, saat gue mau lewat, mereka pasti nunduk. Kalau kalian sebagai pengendara biasa harus waspada. Kalau nyala hijau, kalian wajib untuk lanjut jalan. Kalau lampunya menyala kuning, berarti kalian wajib kurangi kecepatan untuk berhati - hati. Kalau menyala wana - warni, itu mungkin salah pasang lampu disko.

6. Perhatikan Kecepatan
Ketika kalian berkendara di jalanan yang memiliki beberapa lajur, jangan lengah! Perhatikan di mana lajur kalian dalam berkendara. Ketika lajur lambat, maka sebaiknya berkendaralah dengan kecepatan yang rendah. Ketika di lajur yang cepat, maka tentu bawa kendaraan kalian dengan kecepatan yang tinggi. Di dunia ini nggak ada lajur setengah lambat atau lajur setengah cepat. Yang paling nyesek yaitu cepat atau lambat, semuanya butuh proses untuk dijalani dulu berdua.

"Ah.. makin lama, kok makin ngawur, mz. Bikin KZL aja."
"Iya, dek. Capek hati abang, dek."

Baiklah, segitu dulu, ya. Kalau ada yang mau nambahin, bisa ditulis di kolom komentar! Terimakasih udah mau buang waktu kalian baca blog jelek ini. :p

----
Jangan lupa klik tombol - tombol di bawah posting-an ini, yak! Love you!

Solusi Telat Bayar Kost

Beberapa hari yang lalu, saat sedang khusuk nongkrong di warung dekat kampus, datang seorang cowok yang belakangan diketahui adalah salah satu teman-ngontrak-teman-gue di kelas. Datang dengan muka ditekuk, pipi rontok. Bahkan terdapat kerutan di wajah, membuat dia nampak 7 hari lebih tua. Kasihan.

Datang tanpa permisi, tiba-tiba cowok itu menangis sambil menggigit bibir bagian bawah, seraya langit cerah tiba-tiba menjadi padam, suasana hening, hanya sayup terdengar suara gelas beradu dengan sendok saat pemilik warung mengaduk minuman.

"Ngapain, Bro? Ketemu bencong?", tanya salah satu teman yang mencoba memecah suasana najis ini.
"Hmmm.. hiks.. hiks..", jawab cowok itu, bibirnya mulai berdarah akibat gigitannya sendiri.
"Sudahlah. Makan dulu sana.", menepuk pundak cowok itu dengan mesra, mencoba memberikan belaian kasih sayang.


Setelah beberapa menit duduk, akhirnya cowok itu bercerita. Ternyata dia baru saja diserang oleh serigala yang menyamar sebagai bapak kost. Dia dan beberapa temannya diharuskan membayar sejumlah uang untuk memperpanjang masa sewa rumah. Jika tidak, mereka akan diusir paksa dengan bantuan satpol PP setempat.

Sayangnya, keadaan keuangan dari beberapa teman saat itu, memang sedang sulit. Jangankan bayar kost, untuk memenuhi hasrat pipis di kamar mandi umum saja mereka butuh subsidi dari pemerintah.

Tapi tenang, Tuhan selalu memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan yang kita hadapi. Dengan cara yang baik dan benar, gue punya sedikit solusi agar kalian bisa memperpanjang masa sewa rumah kost itu. Mari kita lihat :

1. Mencari Hutang
Di dalam hidup, teman bisa diibaratkan sebagai air yang ada di padang pasir, menyegarkan di saat kita merasa gerah. Semakin banyak teman maka hidup kalian sedikit banyak semakin indah. Begitu kata pepatah.

Begitu juga ketika kalian memilik sebuah masalah keuangan seperti saat ini. Cobalah untuk menghubungi beberapa teman yang kalian kenal, bisa juga teman yang sudah mulai agak menjauh akibat pergaulan dengan gebetan dia, atau cobalah hubungi teman dari teman kalian. Atau multi level pertemanan.

Kumpulkan minimal 5 orang teman yang sekiranya memiliki kemampuan ekonomi yang bisa dibilang sangat mudah. Indikatornya adalah mereka yang sudah terbiasa keluar masuk hotel hanya sekedar untuk buang air kecil.

Coba bujuk rayu mereka untuk memberi kalian sedikit dana segar. Minimal Rp 500.000 dari setiap teman. Usahakan jangan sampai kurang dari nilai tersebut. Dengan begitu, kalian tentu bisa mendapatkan uang dengan mudah, tanpa harus memikirkan jaminan di antara kalian. Uang untuk bayar kost, sedikit bisa tertutupi.

Yang terpenting, jangan lupa bayar hutang.

2. Gadai Barang Berharga
Selain pegadaian resmi, di kota besar kayak Jogja, banyak banget tempat untuk menggadaikan barang berharga. Banyak di temui di gang-gang kecil, atau bahkan di pinggir jalan sekalipun ada!

Coba cari barang yang menurut kalian itu berharga seperti HP, laptop atau sepeda motor untuk kalian bawa ke tempat gadai. Pastikan itu memang berharga, dapat diterima oleh jasa gadai. Gue sarankan jangan gadaikan tongsis. Udah mulai banyak yang punya, harganya pun mulai merosot tajam. Jangan, ya!

Sedikit banyak, uang hasil gadai bisa menutup kekurangan pembayaran. Jangan lupa, tebus barang berharga sebelum jatuh tempo.

3. Jual Barang Berharga
Kalau kalian merasa salah satu dari dua pilihan di atas enggak mempan tau terasa kurang greget, cobalah untuk menjual barang berharga kalian. Kayak yang gue sebutkan di poin 2 tadi.

Berharga karena memang layak untuk dibeli. Bukan berharga karena kenangannya. Masa iya, kalian mau jual tiket nonton di biskop yang saat itu berdua sama mantan-pacar-terindah kalian? Ah, nggak laku.

4. Kerja Paruh Waktu
Solusi kali ini gue dasari atas beberapa pengalaman teman, yang akhirnya bisa membeli gadget baru dari hasil jerih payahnya bekerja part-time atau paruh waktu. Lumayan, kan, bisa nambah buat bayar kost.

Dari sekian banyak perkerjaan yang ada, salah satu di antaranya bisa kalian coba. Misalnya coba berjualan kebab, menjaga warnet, jadi pelayan kafe, atau jualan pulsa listrik keliling. Halal.

5. Pindah
Kalau dari beberapa solusi di atas kurang meyakinkan, mari gue sarankan untuk pindah. Mencari tempat yang lebih layak untuk kalian berkembang biak.

Coba cari masjid atau kantor polisi terdekat, kalian izin tinggal beberapa hari di sana, sambil menunggu datangnya keajaiban.

Iyap, segitu dulu tentang solusi telat bayar kost. Semoga kalian bisa tabah menghadapi cobaan ini. Nanti gue sambung di malam jumat berikutnya. Semoga kabar kalian enggak seburuk nomor 5. Sekian, salam. :)

----
pict by : nyunyu.com
----
Kalau di antara kalian pengin tukeran link, coba intip ke sini, ya! :D

Maaf Lahir Batin, Ya!

Udah lama banget nggak buka blog, akhirnya kali ini gue perbarui lagi isi dari blog ini. Rasanya emang males banget, kalau ng-blog nggak ada motivasi sedikit pun. Nggak, bukan lagi ngomongin masalah uang atau sandaran hati, tapi psikolog yang bisa bangkitin lagi semangat ngblog kayak dulu. Nggak ada. Nggak ada yang mau.

Ninggalin blog gue ini, jadi sadar, betapa berdosanya diri ini karena menelantarkan gitu aja, nggak diurusin, lusuh, lecek, nggak berbentuk.



Tapi, beberapa hari yang lalu, pas lagi iseng bukain akun ini, gue kaget ternyata ada juga yang mampir ke blog gue ini. Yah... rerata ada 80 sampai 100an orang mampir. Jadi semangat lagi!

Kali ini nggak mau panjang lebar, cuma pengin sampein selamat Idul Fitri 1435H. Mohon maaf lahir batin, ya. Muah!

Terserah kalian mau bilang telat juga gapapa. Itu emang udah jadi niat dan tekad yang bulat pas bingung bukain blog gue ini lagi. Semoga minggu ini gue bisa perbaharui lagi isi blog ini, ya.

Sampai jumpa.