Hiburan Malam di Jogja : Sekaten

Bagi kalian yang merasa kurang piknik, dan kebetulan sedang ada di Jogjakarta, kini ada kabar gembira untuk kalian semua. Ada hiburan malam yang seru di Kota Jogja, tepatnya di alun-alun utara Jogjakarta.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya malam sabtu 22 November 2014, naik motor gue ngebut nyari parkiran yang aman dan nyaman, di daerah sekitar alun - alun utara kota Jogjakarta. Tapi sayang, ada dua teman gue yang terpisah dari rombongan gara - gara dia milih parkir yang agak jauh dari alun - alun utara Kota Jogja.

Sampai di parkiran yang sangat dekat dengan sekaten, akhirnya.... ketemu hiburan!

Sekaten di Kota Jogja

Apa Sih Arti Sekaten?

Menurut Wikipedia, Sekaten atau upacara Sekaten merupakan sebuah kata yang berasal dari kata Syahadatain atau dua kalimat syahadat. Sekaten adalah sebuah acara peringatan ulang tahun Nabi Muhammad S.A.W. yang diadakan setiap tanggal 5 di bulan Jawa, yaitu Mulud (Rabiul awal tahun Hijrah), di alun-alun utara di Yogyakarta dan juga Surakarta. Upacara ini dulunya dipakai oleh Sultan Hamengkubuwana I, pendiri keraton Yogyakarta untuk mengundang masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam.

Mulai dari awal pembukaan sekaten di kota Jogjakarta, hiburan malam yang murah meriah ini diawali dengan dengan iring - iringan abdi dalem bersama - sama dengan dua set gamelan Jawa : Kyai Nogowilogo dan Kyai Gunturmadu. Iring - iringan ini berjalan mulai dari pendopo Ponconiti menuju  ke arah masjid Agung di kompleks alun - alun utara dengan dikawal oleh prajurit Kraton. Kyai Nogowilogo akan menempati sisi utara dari masjid Agung, sementara Kyai Gunturmadu sendiri akan berada di Pagongan yang berada di sebelah selatan masjid Agung. Kedua set gamelan ini akan dimainkan secara bersamaan sampai dengan tanggal 11, bulan Mulud selama 7 hari berturut-turut. Pada malam hari terakhir, kedua gamelan ini akan dibawa pulang ke dalam Kraton.

Sayang sekali, jadwal kuliah memaksa gue untuk bertapa bersama baginda dosen tercinta di kelas dan melewatkan pembukaan sekaten tahun ini.

Hiburan yang Ada di Sekaten Jogjakarta

Banyak yang bilang kalau zaman sekarang adalah zamannya orang bilan "kurang piknik!", sok sibuk di kampus atau kantor demi masa depan sampai lupa kalau otak juga butuh liburan juga hiburan. Jangan khawatir, di Jogja surganya hiburan!

1. Wahana Bermain

Gue masih inget saat pertama kali main ke sekaten beberapa tahun silam, kurang lebih saat gue berumur 12 tahun. Seisi alun - alun utara Kota Jogjakarta adalah manusia yang butuh hiburan dan manusia yang menyediakan hiburan. Ibarat pasar, ada penjual dan pembeli. Ibarat ada jomblo, ada ngenes di sebelahnya.

Tahun ini nggak jauh berbeda, ya walaupun memang aslinya beda jauh, sih.

Di sekaten Kota Jogja terdapat wahana bermain andalan para penikmat adrenaline, yaitu kora - kora. Pasti kalian tahu apa itu wahana bermain kora - kora, kan? Iyap, di sana kita bakal dilempar maju dan mundur. Bukan hanya sekali, tapi bisa sampai puluhan kali.

Sekaten di Kota Jogja

Ada korbannya, lho. Minimal cewek - cewek yang sok berani, kemudian di bawah dia muntah - muntah. Legaaaa~

Nggak hanya itu, lho. Ada juga wahana bermain ombak banyu atau kalau dalam bahasa indonesia adalah ombak air. Wahana bermain yang ada di sekaten Kota Jogjakarta ini berupa sebuah tempat duduk yang melingkar seperti piring terbang besar berdiameter kurang lebih 4 meter, dangan penyangga di tengahnya. Kemudia kita diputar - putar oleh operator wahana bermain ini. Perlu kalian tahu, operatornya nggak cuma satu atau dua orang, saat gue hitung ternyata ada belasan orang. Yah, sebanding dengan hasilnya, kalian bakal pusing. Uhm... ada juga yang lemes, gara - gara capek sok tegar menahan pusing.

Selain itu juga ada komedi putar buat anak - anak dengan karakter yang bermacam - macam. Seperti kuda, gajah, helikopter atau gajah naik helikopter juga ada.


Ada juga tempat mancing yang oke banget, siap untuk memuaskan para pecinta mancing di Indonesia!

Sekaten di Kota Jogja

Ada juga bianglala, yang nggak kalah menarik dari sekian banyak wahana bermain. Di sekaten tahun ini ada beberapa wahana bermain bianglala yang bisa kalian nikmati. Saat kalian naik dan berada di atas, kalian akan melihat sebagian Kota Jogjakarta dari ketinggian sekitar 10 meter. Nggak terlalu tinggi, memang. Tapi keren!

Ada juga bombom car. Kalian bisa naik mobil kecil ini, dengan harga yang lumayan murah. Bisa seru - seruan bareng teman dengan cara saling tabrakin mobil kalian. Kalau mau, tabrakin ke mantan kalian juga boleh.

Sekaten di Kota Jogja

2. Jajanan Khas dan Makanan

Buat teman - teman yang suka jajan atau makan, jangan khawatir. Di sekaten kota Jogjakarta setiap tahunnya pasti ramai dengan para penjual makanan, termasuk tahun ini. Mulai dari makanan ringan di perut kayak gorengan, donat atau juga kue - kue ringan lainnya. Semuanya lengkap tersaji. Tapi sayang, sebagai mahasiswa, gue merasa gagal karena nggak nemu warteg atau nasi padang di sana.

3. Penjual Mainan

Sekaten di Jogjakarta nggak jauh beda dengan pasar malam yang ada di dekat rumah kalian. Pasti ada juga penjual mainan yang memanjakan mata dan hasrat anak - anak yang datang. Mulai dari boneka lucu, mobil - mobilan keren, robot - robotan. Atau boneka lucu yang naik mobil - mobilan sambil melindas robot juga ada.

Tapi di antara banyak penjual mainan modern di sekaten, ada satu bapak tua namun belum renta yang berjualan mainan tradisional. Dengan lincah beliau mencoba mempraktekan cara kerja dari mainan yang dijualnya. Mirip peluit, tapi diemut kedalam mulut. Gue sendiri heran, kok bisa, ya?

Mungkin dari video ini kalian bisa mengerti :




4. Wahana Misteri

Sekaten di Kota Jogja

Salah satu hal yang menarik dari sekaten adalah wahana rumah hantu. Menurut gue ini bukan sebuah wahan bermain. Namanya bermain, pasti akhirnya bikin kita seneng, tapi rumah hantu cuma bikin kesel. Penasaran sih, tapi hantunya masih menakutkan daripada aku kehilangan kamu.

5. Awul - awul

Pertama kali baca ini, gue persilakan untuk tertawa sejenak.

HAHAHAHAHA.

Pasti dari sekian banyak pembaca, akan muncul pertanyaan "Apa sih, awul awul? Ha?". Di sekaten kota Jogjakarta, ada beberapa spot yang disediakan untuk pecinta pakaian bekas import. Jadi, awul awul merupakan sebuah kata yang memiliki arti obrak - abrik atau berantakan. Kayak obralan di dept. store gitu, deh.

Sekaten di Kota Jogja
http://www.kotajogja.com/images/upload/kotajogja-Baju-awul-awul13062012094645.jpg

Pakaian bekas import yang dijual di sekaten digelar begitu saja, tidak beraturan di atas sebuah tempat pakaian yang berukuran besar. Ada juga yang digantung, sih. Dari semua pakaian itu, dipisahkan berdasarkan jenis, harga dan kualitas barangnya. Jadi harganya mulai dari murah banget, sampai mahal aja.

Kalau masih penasaran, cari "awul awul sekaten jogja", dan kalian akan tercerahkan. :D

Baiklah, gue pikir segitu dulu, ya teman. Semoga kalian bisa tergambarkan gimana serunya hiburan malam di jogja tahun ini yang sering orang sebut dengan sekaten.

Dan ini beberapa moment yang bisa gue bagi buat teman - teman.

Mahasiswa Absurd

Sekaten di Kota Jogja

Sekaten di Kota Jogja

Sekaten di Kota Jogja

Kalau kalian mengaku kurang piknik, mari cari hiburan yang murah dan mudah. Nggak harus mahal, kalau ternyata dompet kurang tebal. Sederhana tapi mengena, atau ribet tapi bikin pikiran makin seret? Yuk, lah! :D

Sekian Hiburan Malam di Jogja : Sekaten dari gue.

Perhatikan Hal Ini Sebelum Bepergian

Gue baru saja dilantik sebagai Raja jalanan, jalur Magelang - Jogja. Bisa gue pastikan, bahwa nggak ada yang bisa gantiin posisi gue sebagai Raja... kecuali Tuhan. Gimana enggak, hampir setiap hari naik motor dari rumah menuju kampus yang jaraknya 35 kilometer dan totalnya lebih kurang 70 kilometer untuk pergi dan pulang.

Jadi raja tuh banyak enaknya. Salah satu contohnya saat di persimpangan jalan, tanpa komando, semua tiang traffic light nunduk saat ngeliat gue mau lewat. Mereka memang sangat sopan.

Sebagai Raja, gue tentu sangat mengerti keadaan jalanan dari Kota tempat gue tinggal, yaitu Magelang sampai di Kota tempat gue kuliah, sebut saja Kota Istimewa, Jogjakarta. Mulai dari titik kemacetan, tanggal dan jam kebiasaan polisi mengadakan razia sampai gue paham berapa detik lampau hijau atau merah akan menyala. Memang super.

Hal hal sebelum Bepergian


Gue sebagai Raja Jalanan, selalu mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan di seluruh Indonesia, untuk terus menjaga keselamatan diri dan keselamatan orang lain. Patuhi rambu lalu lintas, sopan kepada pengendara lain di jalan dan tentu hormati bapak polisi kalau memang kamu kena tilang.

Sebelum bepergian, cobalah untuk perhatikan beberapa hal di bawah ini. Setidaknya kalian akan mengerti, bahwa keselamatan sangatlah penting untuk kita semua.

1. Tetapkan Tujuan
Bagi kalian yang ingin bepergian, tetapkan dulu tujuan kalian dalam bepergian. Cobalah untuk pastikan satu tujuan kalian dengan terperinci. Misalkan saja Cuci mata; itu bukan sebuah tujuan. Maka sebaiknya tulis di kertas, rincilah tujuan cuci mata kalian itu seperti apa.

Misalnya, kalian pengin cuci mata di taman kota. Rencananya mau duduk di samping orang pacaran. Tujuannya pengin merusak hubungan keduanya dengan mengaku adalah sebagai pacar salah satu dari mereka.

2. Pamitan
Sebagai anggota keluarga yang budiman, pastikanlah kalian mengantongi izin dari anggota keluarga yang lain; misalnya Orangtua. Temui mereka, mintalah izin untuk bepergian. Jika tidak berpamitan, itu namanya kalian udah minggat pergi tanpa pamit.

3. Perhatikan Roda Kendaraan
Coba perhatikan dengan seksama kendaraan yang kalian gunakan untuk bepergian. Kalau benda itu memiliki satu roda atau dua roda, tapi tidak bermotor, itu disebut sepeda. Kalau dua roda dengan motor di sana, itu namannya sepeda motor. Kalau rodanya ada tiga, itu namanya becak. Kalau roda tiga ada motornya, itu becak motor. Kalau rodanya empat, itu namanya mobil. Kalau rodanya lebih dari selusin, itu berarti kendaraan untuk jualan roda.

4. Perhatikan Jalan
Saat mengendari kendaraan, pastikan mata fokus untuk memperhatikan jalan yang membawa kalian menuju tujuan dalam bepergian. Berkendaralah di jalan yang benar, sesuai dengan aturan. Ambil lajur yang memang itu hak kalian. Jangan asal nikung kanan atau nikung kiri. Karena sesungguhnya ditusuk dari belakang jauh lebih sakit.

5. Perhatikan Traffic Light
Saat gue bepergian, pasti akan mudah melewati sebuah persimpangan. Ya maklum, saat gue mau lewat, mereka pasti nunduk. Kalau kalian sebagai pengendara biasa harus waspada. Kalau nyala hijau, kalian wajib untuk lanjut jalan. Kalau lampunya menyala kuning, berarti kalian wajib kurangi kecepatan untuk berhati - hati. Kalau menyala wana - warni, itu mungkin salah pasang lampu disko.

6. Perhatikan Kecepatan
Ketika kalian berkendara di jalanan yang memiliki beberapa lajur, jangan lengah! Perhatikan di mana lajur kalian dalam berkendara. Ketika lajur lambat, maka sebaiknya berkendaralah dengan kecepatan yang rendah. Ketika di lajur yang cepat, maka tentu bawa kendaraan kalian dengan kecepatan yang tinggi. Di dunia ini nggak ada lajur setengah lambat atau lajur setengah cepat. Yang paling nyesek yaitu cepat atau lambat, semuanya butuh proses untuk dijalani dulu berdua.

"Ah.. makin lama, kok makin ngawur, mz. Bikin KZL aja."
"Iya, dek. Capek hati abang, dek."

Baiklah, segitu dulu, ya. Kalau ada yang mau nambahin, bisa ditulis di kolom komentar! Terimakasih udah mau buang waktu kalian baca blog jelek ini. :p

----
Jangan lupa klik tombol - tombol di bawah posting-an ini, yak! Love you!

Solusi Telat Bayar Kost

Beberapa hari yang lalu, saat sedang khusuk nongkrong di warung dekat kampus, datang seorang cowok yang belakangan diketahui adalah salah satu teman-ngontrak-teman-gue di kelas. Datang dengan muka ditekuk, pipi rontok. Bahkan terdapat kerutan di wajah, membuat dia nampak 7 hari lebih tua. Kasihan.

Datang tanpa permisi, tiba-tiba cowok itu menangis sambil menggigit bibir bagian bawah, seraya langit cerah tiba-tiba menjadi padam, suasana hening, hanya sayup terdengar suara gelas beradu dengan sendok saat pemilik warung mengaduk minuman.

"Ngapain, Bro? Ketemu bencong?", tanya salah satu teman yang mencoba memecah suasana najis ini.
"Hmmm.. hiks.. hiks..", jawab cowok itu, bibirnya mulai berdarah akibat gigitannya sendiri.
"Sudahlah. Makan dulu sana.", menepuk pundak cowok itu dengan mesra, mencoba memberikan belaian kasih sayang.


Setelah beberapa menit duduk, akhirnya cowok itu bercerita. Ternyata dia baru saja diserang oleh serigala yang menyamar sebagai bapak kost. Dia dan beberapa temannya diharuskan membayar sejumlah uang untuk memperpanjang masa sewa rumah. Jika tidak, mereka akan diusir paksa dengan bantuan satpol PP setempat.

Sayangnya, keadaan keuangan dari beberapa teman saat itu, memang sedang sulit. Jangankan bayar kost, untuk memenuhi hasrat pipis di kamar mandi umum saja mereka butuh subsidi dari pemerintah.

Tapi tenang, Tuhan selalu memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan yang kita hadapi. Dengan cara yang baik dan benar, gue punya sedikit solusi agar kalian bisa memperpanjang masa sewa rumah kost itu. Mari kita lihat :

1. Mencari Hutang
Di dalam hidup, teman bisa diibaratkan sebagai air yang ada di padang pasir, menyegarkan di saat kita merasa gerah. Semakin banyak teman maka hidup kalian sedikit banyak semakin indah. Begitu kata pepatah.

Begitu juga ketika kalian memilik sebuah masalah keuangan seperti saat ini. Cobalah untuk menghubungi beberapa teman yang kalian kenal, bisa juga teman yang sudah mulai agak menjauh akibat pergaulan dengan gebetan dia, atau cobalah hubungi teman dari teman kalian. Atau multi level pertemanan.

Kumpulkan minimal 5 orang teman yang sekiranya memiliki kemampuan ekonomi yang bisa dibilang sangat mudah. Indikatornya adalah mereka yang sudah terbiasa keluar masuk hotel hanya sekedar untuk buang air kecil.

Coba bujuk rayu mereka untuk memberi kalian sedikit dana segar. Minimal Rp 500.000 dari setiap teman. Usahakan jangan sampai kurang dari nilai tersebut. Dengan begitu, kalian tentu bisa mendapatkan uang dengan mudah, tanpa harus memikirkan jaminan di antara kalian. Uang untuk bayar kost, sedikit bisa tertutupi.

Yang terpenting, jangan lupa bayar hutang.

2. Gadai Barang Berharga
Selain pegadaian resmi, di kota besar kayak Jogja, banyak banget tempat untuk menggadaikan barang berharga. Banyak di temui di gang-gang kecil, atau bahkan di pinggir jalan sekalipun ada!

Coba cari barang yang menurut kalian itu berharga seperti HP, laptop atau sepeda motor untuk kalian bawa ke tempat gadai. Pastikan itu memang berharga, dapat diterima oleh jasa gadai. Gue sarankan jangan gadaikan tongsis. Udah mulai banyak yang punya, harganya pun mulai merosot tajam. Jangan, ya!

Sedikit banyak, uang hasil gadai bisa menutup kekurangan pembayaran. Jangan lupa, tebus barang berharga sebelum jatuh tempo.

3. Jual Barang Berharga
Kalau kalian merasa salah satu dari dua pilihan di atas enggak mempan tau terasa kurang greget, cobalah untuk menjual barang berharga kalian. Kayak yang gue sebutkan di poin 2 tadi.

Berharga karena memang layak untuk dibeli. Bukan berharga karena kenangannya. Masa iya, kalian mau jual tiket nonton di biskop yang saat itu berdua sama mantan-pacar-terindah kalian? Ah, nggak laku.

4. Kerja Paruh Waktu
Solusi kali ini gue dasari atas beberapa pengalaman teman, yang akhirnya bisa membeli gadget baru dari hasil jerih payahnya bekerja part-time atau paruh waktu. Lumayan, kan, bisa nambah buat bayar kost.

Dari sekian banyak perkerjaan yang ada, salah satu di antaranya bisa kalian coba. Misalnya coba berjualan kebab, menjaga warnet, jadi pelayan kafe, atau jualan pulsa listrik keliling. Halal.

5. Pindah
Kalau dari beberapa solusi di atas kurang meyakinkan, mari gue sarankan untuk pindah. Mencari tempat yang lebih layak untuk kalian berkembang biak.

Coba cari masjid atau kantor polisi terdekat, kalian izin tinggal beberapa hari di sana, sambil menunggu datangnya keajaiban.

Iyap, segitu dulu tentang solusi telat bayar kost. Semoga kalian bisa tabah menghadapi cobaan ini. Nanti gue sambung di malam jumat berikutnya. Semoga kabar kalian enggak seburuk nomor 5. Sekian, salam. :)

----
pict by : nyunyu.com
----
Kalau di antara kalian pengin tukeran link, coba intip ke sini, ya! :D

Maaf Lahir Batin, Ya!

Udah lama banget nggak buka blog, akhirnya kali ini gue perbarui lagi isi dari blog ini. Rasanya emang males banget, kalau ng-blog nggak ada motivasi sedikit pun. Nggak, bukan lagi ngomongin masalah uang atau sandaran hati, tapi psikolog yang bisa bangkitin lagi semangat ngblog kayak dulu. Nggak ada. Nggak ada yang mau.

Ninggalin blog gue ini, jadi sadar, betapa berdosanya diri ini karena menelantarkan gitu aja, nggak diurusin, lusuh, lecek, nggak berbentuk.



Tapi, beberapa hari yang lalu, pas lagi iseng bukain akun ini, gue kaget ternyata ada juga yang mampir ke blog gue ini. Yah... rerata ada 80 sampai 100an orang mampir. Jadi semangat lagi!

Kali ini nggak mau panjang lebar, cuma pengin sampein selamat Idul Fitri 1435H. Mohon maaf lahir batin, ya. Muah!

Terserah kalian mau bilang telat juga gapapa. Itu emang udah jadi niat dan tekad yang bulat pas bingung bukain blog gue ini lagi. Semoga minggu ini gue bisa perbaharui lagi isi blog ini, ya.

Sampai jumpa.

Alasan Kenapa Gak Harus Install BBM

Tanggal 18 Februari lalu, pas lagi berselancar nyari aplikasi yang keren di play store dari Android (gingerbread) yang gue miliki, mata gue sempet kaget ngeliat ada aplikasi BBM yang resmi nagkring di urutan atas. Karena seneng banget ngeliat hal itu, mata gue hampir mengeluarkan kata-kata yang tak senonoh.

Siapa yang nggak tahu, kalau semua pengguna Android udah bisa menikmati aplikasi sejuta umat ini. Yang dulunya harus dibeli dengan keringat dan cucuran darah penghabisan, kali ini tinggal beli handphone sachet-an pasti udah bonus aplikasi ini.

Alasan Gak Harus Install BBM

Dulu sewaktu masih kelas 2 SMA, atau sekitar awal tahun 2010, gue masih nggak ngerti apa itu BBM, istilah PING, Invite, Delcont, PM, DP dan istilah belantara lainnya. Tapi sekarang, anak TK yang udah kelamaan nungguin dijemput emaknya, tinggal PING!!! bentar, emaknya udah nongol.

Dengan segala manfaat yang diberikan, kalian tahu nggak, sih, kalau sebenarnya aplikasi BBM punya banyak hal yang "kurang" kalau di install atau di asang di Android kita?

Apa saja, sih? Mari kita simak :

1. Banyak Notifikasi Nggak Penting
Kalau kalian udah berhasil install BBM di Android dan memiliki banyak kontak, pasti sering banget ngeliat hal yang sebenarnya wajar saja di aplikasi BBM ini. Lihat saja pada bagian sebelah kiri aplikasi. Kalian bakal ngeliat tanda bintang khas dari BBM yang datang setiap menit. Ada pembaruan yang nggak penting datang di saat yang tidak tepat.


Wajar, sih, tapi kalau kalian nggak terbiasa dengan hal ini pasti akan jengkel ngeliat pemberitahuan ini. Apalagi kalau pemberitahuan ini hanya sekedar pergantian PM atau DP dari temen kalian yang alay.

Bangun pagi : Ganti DP gambar panda melek
Sarapan : Ganti DP gambar nasi + kecap
Berangkat ke kampus : Ganti DP gambar motor atau angkutan
Kuliah : Ganti DP gambar dosen yang lagi nulis di papan tulis
Pulang : Ganti DP gambar jalanan yang macet
Mandi : Ganti DP gambar gayung kamar mandi yang baru
Tidur : Ganti DP gambar panda yang lagi merem

2. Broadcast Nggak Jelas
Yang kalian kenal dari BBM apa? Salah satunya terdapat fasilitas broadcast yang simple, kan? Kita tinggal nulis, pencet dikit, semua pesan penting tersampaikan ke semua kontak.

Tapi, kalau ada broadcast yang nggak penting tiba-tiba nongol? Masih haruskan install BBM?

3. Baterai Boros
Semakin lama kalian menanamkan aplikasi ini di Android, semakin kalian mengerti perbedaan yang mencolok saat sebelum kalian punya aplikasi ini. Iya, baterai kalian tiba-tiba boros. Kayak ban bocor gitu, pelan tapi pasti.

Ini semua gara-gara BBM yang selalu terkoneksi dengan internet. Maka, BBM yang ada pasti akan menerima data yang seharusnya kalian dapatkan. Seperti notifikasi yang nggak penting di atas. Akibatnya, baterai bocor... bocor.

4. Kuota Internet Boros
Hal lain yang pasti kalian rasakan perbedaannya adalah keborosan dari kuota internet yang kalian miliki. Sebagai anak kost, yang serba kekurangan disegala lini gaya hidup, pasti khawatir kalau semua ini tiba-tiba terjadi tanpa kalian mengerti. Hasilnya, jatah ngeblog terpotong  dan jatah mention-an sama gebetan juga mulai terhambat.

5. Pending
Hal lain yang menurut gue kurang adalah ketepatan dalam mengirim pesan. Kadang bahkan sering, gue menemui pesan yang tersendat di jalanan, bahkan ada pemberitahuan kalau pesan yang kita kirim gagal.

X aku juga sayang kamu :*
X ah pending, yang. :(
X kampret ah, pending gini. :(
R anj*ng aaaah!!!
X maaf, tadi kepencet.
X aaaarrrrggh


Iyap, segitu dulu yang bisa gue tulis kali ini. Kalau ada yang kurang dari tulisan di atas, bisa kalian tambahkan di kolom komentar, ya. Terimakasih sudah mau membaca. :)

Sumber gambar : 
http://smartphone2014.blogspot.com/
http://www.myblackberrymalaysia.tk/2013/05/gengbbmcom.html

Kelud, Kami Juga Merasakan

Kemarin siang, 13 Februari 2014, terik matahari nampaknya lagi bersahabat banget sama Jogja dan Magelang. Buktinya, sepanjang perjalanan pulang dari kampus menuju rumah, tubuh gue ini kayak ditusuk jarum panas, tapi versi yang lebih lembut. Mungkin rasanya mirip hati yang teriris, karena harapan yang terlalu manis.

Nggak kayak biasanya, kemarin siang matahari lebih "Jagoan" daripada awan yang menutupinya selama ini. Akibatnya, cucian kering disaat yang tidak tepat.

Gue sempet curiga sama panas yang gue rasain itu, sebagai tanda-tanda bakal turun hujan deras. Tapi ternyata nggak terjadi sama sekali. Langit cerah dan kecurigaan gue sedikit demi sedikit luntur.

***

Datanglah petang dan akhirnya adzan maghrib berkumandang dengan lantang. Seakan cambuk bagi jutaan Jomblo, kalau maghrib emang harus segera dilaksanakan.

Detik demi detik, mengantar gue ke titik dimana waktu menunjukan pukul 23.05 WIB. Malam itu, gue masih asik di depan laptop yang tertancap gadget-serba-kekurangan, yang Alhamdulillah minimal bisa bikin koneksi ke internet. Dan kebetulan, gue lagi belajar dunia blogging di blog-nya Kang Ismet.

Di tempat lain, di dalam group aplikasi WhatsApp kelas (dimana isinya ada beberapa anak satu kelas di kampus), masih rame membahas tentang dunia perkuliahan yang ditambah dengan bumbu humor yang menjurus ke arah jorok. Tiba-tiba, ada yang ngirim pesan #PrayForKelud.

Seketika gue kaget, dan langsung nanya "Ada apa sama Gunung Kelud? Meletus, kah?". Direspon dengan jawaban kalau Gunung Kelud meletus, memang bener terjadi.

Gue lompat dari kasur menuju ruang tv, dan ninggalin laptop dan segala kroninya di atas kasur yang biasa gue tidurin tanpa permisi. Gue nyalain tv, langsung pindah channel berita yang dimiliki oleh partai si kuning dan si biru itu. Ternyata bener, kedua televisi itu lagi siaran breaking news tentang letusan Gunung Kelud.

Tanpa basa-basi, yang selalu gue lakuin tiap panik adalah buka twitter. Gue mencari informasi di twitter. Di saat itu jam yang udah nyentuh 23.10, ada yang nggak biasa di timeline twitter. Banyak tweet baru, dan banyak banget retweet-an dari akun berita online.

Kesimpulan gue, Gunung Kelud benar-benar meletus.

Nggak lupa gue buka BBM yang ada di android gue. Ada recent update yang isinya kalau di daerah Magelang terdengar suara dentuman kayak ban truck yang pecah. Tapi... nggak cuman sekali. Langsung gue mute tv. Gue diem, mencoba mencari suara itu.

"Glungg..."

*2 menit kemudian*

"Glungg..." begitu secara berulang kali.

Yang ada di pikiran gue saat itu adalah; masa sih, itu suara letusan Gunung Kelud? Jaraknya jauh banget. Kalaupun iya, itu dahsyat!

Di saat itu juga, tiba-tiba gue keinget waktu Gunung Merapi erupsi. Jam 02.30 pagi, gue bagun gara-gara ada yang berisik di luar rumah. Yaitu Pak Dhe yang ngasih ketenangan ke tetangga. Jendela kamar bergetar nggak nyantai. Ditambah listrik padam, dan tiba-tiba abu vulkanik merapi pun, turun. Sampai pagi menjelang, gue nggak nyaman buat tidur lagi.

Setelah gue dengerin suara itu. Gue makin yakin, dahsyat banget letusan Gunung Kelud. Gue putusin buat istirahat, karena gue pikir paginya gue harus berangkat kuliah. Dan jam menunjukan pukul 00.25 WIB, Jumat 14 Februari.

***

Ibu gue tiba-tiba geger, dan bangunin gue. Jam menunjukan pukul 04.45 WIB. Gue tanya "Ada apa sih, Buk. Geger kok nggak liat kondisi?". Tapi nggak ada jawaban darinya. Ibu gue langsung buka pintu depan, dan yang gue lihat ada segerombolan butiran debu, yang gue yakini itu debu vulkanik.

Dari Gunung Merapi? Nggak... itu debu vulkanik dari Gunung Kelud, yang jaraknya ratusan kilo meter. Ini Subhanalloh... Sampai juga debu kiriman ini, terimakasih Tuhan, pikir gue.

45 menit berlalu, debu masih turun. Menutupi lapisan depan rumah sedikit demi sedikit, tapi sangat pasti. Udara di sekitar rumah mulai nggak enak buat dihirup. Seperti belerang, atau apalah itu namanya. Yang biasanya langit udah mulai cerah, pagi ini terlihat gelap. Yang lama kelamaan jadi gelap-kuning-kemerahan.

Tiba-tiba, hujan air pun turun. Hati gue lega. Tapi bau belerang makin pekat. Tapi tak apalah, yang penting abu sudah bercampur dengan air. Biar nggak mudah terhidup sama hidup mancung ini.

Mungkin kayak gini bisa mewakili gambaran pagi ini :

Mahasiswa Absurd

Mahasiswa Absurd

Mahasiswa Absurd

Mahasiswa Absurd

Mahasiswa Absurd

Sampai siang ini, Alhamdulillah udah nggak ada lagi abu yang turun. Walaupun pandangan masih serba abu-abu, masih harus bersyukur.

Semoga temen-temen yang ada di sekitar Gunung Kelud selalu sehat, aman walau terasa nggak nyaman. Kami tahu, karena kami juga merasakan.